Sunday, February 15, 2015

Resume Kulwapp IIP: Family Strategic Planning

Resume Kulwap IIP Salatiga Jumat 13 Feb '15
Narsum: Dodik Mariyanto
Host : Rina 
Co host : Santy
Admin : Sapta


Family Strategic Planning

Wah berat amat judulnya...? Apa memang perlu sebuah keluarga melakukan strategic planning? Kok kayak perusahaan? Mengalir saja-lah, ngga usah neko-neko.
Saya memang bukan air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, mengikuti arah sungai begitu saja. Saya adalah nakhoda bahtera yang berlayar di atas air, perlu peta dan kompas agar saya dapat mengarahkan kemudi dengan baik, mensikapi badai dan karang yang menghalang di jalan. Begitu pemahaman saya atas wisdom Jawa 'ngeli nanging ora keli' (mengalir tetapi tak terhanyut).
Keluarga adalah amanah, dipertanggungjawabkan dunia akherat. Keluarga itu surga atau neraka kita, dunia dan akherat, kini dan juga nanti. Maka keluarga pantas kita jalankan secara bersungguh-sungguh, dengan segala ilmu dan resources yang kita miliki. Bersungguh-sungguh tak mesti tegang, formal atau dahi berkerut; sebaliknya kita dapat menjalaninya dengan gembira, nyaman dan penuh sukacita.
Sedari kecil kita sudah sering ditanya tentang cita-cita. Jawaban apapun dari mulut kecil kita disambut dengan tawa dan tepuk tangan riang. Sayang, hal itu hanya sampai disana. Sedikit dari kita yang kemudian menatanya dengan seksama, sehingga banyak dari kita yang hidup jauh dari apa yang dicita-citakan. Bersyukurlah anda bila menjadi yang sedikit itu.
Family strategic planning dilakukan bersama sekeluarga dalam upaya mewujudkan 'A' HomeTeam, keluarga yang membuat Anda nyaman dan bahagia hidup d dalamnya, dan juga membuat Anda tenang dan tenteram saat mesti meninggalkannya. Keluarga yang tak menyisakan penyesalan karena Anda sudah melakukan yang terbaik dan tak memunculkan kekuatiran manakala Anda mesti terlebih dulu meninggalkan dunia ini.
Meski mengambil gagasan dari apa yang diterapkan di perusahaan namun tidak serta merta proses tahapannya sama, karena keluarga memang berbeda dengan perusahaan. Mari kita simak beberapa karakteristiknya:
Perusahaan dan Keluarga sama-sama kumpulan orang yang memiliki tujuan, berusaha untuk bisa bertahan hidup, ingin berkembang, juga bisa mati, sama-sama memerlukan resources, berproses, ada interaksi antar elemen-elemennya, dan menghasilkan sesuatu. Perusahaan dan Keluarga adalah sama-sama sebuah sistem, yang berada dan berinteraksi dengan lingkungannya, memiliki faktor pendukung dan juga faktor penghambat, kawan dan lawan.
Namun demikian Keluarga dan Perusahaan berbeda pada banyak hal. Perusahaan berorientasi profit, Keluarga berorientasi pendidikan menuju kemandirian dan kebahagiaan. Perusahaan anggotanya memiliki tingkat kedewasaan yang sama, Keluarga bisa terdiri dari anak-anak, dewasa dan mungkin juga orang yang sudah tua. Perusahaan tidak diniatkan untuk punya ikatan seumur hidup, bila tidak cocok bisa setiap saat berganti. Keluarga diniatkan untuk seumur hidup, anggotanya tak bisa berganti-ganti semaunya. Dan masih banyak yang lainnya.
Keluarga dimulai dari dua orang dewasa yang mengikatkan diri menjadi satu, yang dibesarkan puluhan tahun dalam lingkungan yang berbeda, cara yang berbeda dan jalan yang berbeda. Keduanya membutuhkan banyak media dan aktivitas untuk mengokohkan diri (lihat: 'A' HomeTeam)

Family strategic planning adalah salah satu media KOMUNIKASI keluarga sekaligus sarana PENDIDIKAN anggotanya.
1. Tentukan waktu khusus 2 - 3 hari untuk menyepi, keluar dari zona Anda biasa hidup. Anda bisa memilih moment tahun baru, ultah pernikahan, Ramadhan dll.
2. Tentukan PIC (Person in Charge, penanggung jawab acara), yang lain patuh pada arahan PIC
3. Diskusikan sekeluarga persiapan yang diperlukan: Kemana, apa saja kegiatannya, perlengkapan yang diperlukan, berapa anggarannya, apa peran setiap anggota keluarga, dll.
4. Apa yang akan dibahas?
a/ Apa yang sudah bagus kita kerjakan di tahun ini? Hasil apa yang telah kita capai?
b/ Pengalaman apa yang paling seru? Bagaimana perasaan setiap anggota keluarga?
c/ Tahun depan ingin tema apa? Gunakan bahasa yang menggetarkan untuk mengekspresikannya. Misal, kita ingin menumbuhkan semangat pantang menyerah ==> Manjadda wajadda! Atau berani mencoba hal baru ==> It's okay to make mistakes, I learn from my mistakes.
d/ Setiap anggota keluarga mempresentasikan/menceritakan apa yang ingin diraihnya dan akan dilakukannya di tahun depan. Support apa yang diperlukannya untuk mewujudkan itu
e/ Setelah semuanya selesai, diskusikan sinergi yang dapat dilakukan, menata resources keluarga, dan bagaimana mengelola anggarannya.
5. Dokumentasikan dengan baik semuanya.
6. Tutup dengan gembira dan ceria!

Nah ini baru awal. Bagaimana memastikan rencana itu akan terlaksana?

Salam Ibu Professional,
/Dodik Mariyanto/

Sesi Tanya Jawab:

1. Pak Dodik, kehidupan kami termasuk yang mengalir begitu saja. Jikapun berencana hanya bersifat jangka pendek. Dan yang saya lihat, kami enjoy saja Pak. Merasa berada di zona nyaman. Apakah ini normal?
-Rina

1. Normal Bu. Tidak apa? Nah Ibu pengin jadi keluarga normal atau 'abnormal'?

2. Bagaimana agar selalu konsisten dgn family strategic planning yg sudah di buat? Dan untuk "pemula"..ideal nya berapa waktu untuk menyelesaikan family project nya? -aprilia-

2. Oops ini materi selanjutnya Bund. Sabar. Coba ditengok, itu kan kalimat penutup artikel pengantar di atas heheee.
Mengenai jangka waktu family rpoject tidak ada patokan, tergantung tingkat kedewasaan anggota keluarga dan jenis kegiatannya.


3. Kalau msh single, apa saja yg perlu dipersiapkan agar dlm mengarungi biduk RT bs menghadapi dgn tenang n nyaman? -dian

3. Planning adalah upaya memperkecil munculnya hal2 yg mengejutkan yg diluar kemampuan kita. Mumpung masih sngle belajar untuk menyusun perencanaan dengan baik.

4. Pak, apa langkah awal untuk menjadikan ikatan keluarga kita selalu erat & kompak meski di saat-saat sulit pun (ekonomi)? -Sapta

4. Komunikasi, sering2 ngobrol dan bermain bareng ==> bisa lebih saling memahami diantara anggota keluarga.

5. Sebelum melakukan Family Strategic Planning bersama anak2x.. Bagaimana cara menyiapkan prosesnya bersama suami? -Ade

5. Ini sebenarnya dibahas di 'A' HomeTeam. Mulai dengan menyelaraskan values (tatanilai) yang disepakati untuk ditumbuhkembangkan di keluarga. Bangun pola komunikasi yang sehat agar bisa saling percaya dan terbuka. Lalu ikuti 6 langkah di atas.

6. Mohon info tips dokumentasi yg efektif dan praktis -niken

6. Gunakan kertas flipchart sehngga bisa langsung terdokumentasi dan ditempel di rumah. Difoto untuk disimpan di hardisk atau cloud.
Atau bisa presentasikan dengan komputer sehingga langsung tersimpan di hardisk/cloud. Print out untuk bisa ditempel di rumah. 


7.Jika selama ini belum terbiasa dgn perencanaan, idealnya kita melatih diri kita sendiri utk membuat planning atas cita2 pribadi dulu, atau tidak?  -Santy

7. Ya. Tidak ada salahnya untuk belajar bareng sekalian dengan anggota keluarga yang lain

8. Pak mulai usia brapa anak bisa mulai bisa menjadi PIC? -Sindu

8. SD kelas 4 sudah dapat latihan, didampingi ortu.

9. Bagaimana jika suami yg bertindak sebagai imam keluarga masih belum mau diajak untuk menentukan proyek2 yg sudah kita (ibu) gagas? Masih memiliki prinsip " mengalit sajalah...." sapta
9. Apakah setiap anggota keluarga puas dengan hasilnya? Jika ya, lanjutkan. Barangkali memang begitu style keluarga ibu. Jika tidak, mengapa tidak mencoba cara lain?

10. Apabila project tidak tercapai tahun ini apakah boleh dilanjutkan tahun depan atau harus switch ? -retno dewi-
10.Case by case. Silakan didiskusikan apakah akan lanjut atau ganti?

11. Untuk kel .LDR bagaimana merancang family strategic planning ny pak? Aprilia

11. Teknologi dapat membantu. Video conference atau telepon. Sarananya sudah banyak dan canggih. Hampir semua smarphone sdh bisa video conference. Kemudian saat ketemu bisa dilanjut lebih intensif.

12. Jika saat menjalankan suatu projek ada salah satu anggota keluarga yg berhenti ditengah jalan karna alasan tertentu, bagaimana kita sbg ortu menyikapinya? Sapta
12. Diobrolkan dalam suasana yg santai. Didiskusikan bagaimana sebaiknya? Apakah lanjut atau ganti aktivitas? Atau ganti pemeran? Sementara atau tetap?
Ortu adalah fasilitator, pendidik, motivator dan juga cheerleader.
Perlu diingat orientasi keluarga adalah pendidikan anak untuk mandiri dan kebahagiaan. Jadi ini adalah proses pendidikan dan upaya mencapai kebahagiaan


13. untuk memulai belajar strategic planing, tema apa yg tepat unntuk anak kelas 4 dan 3 sd?
-ani ariyanti

13. Berlatih kejujuran, keberanian, semangat belajar. Rumuskan dengan bahasa yang gampang diingat, dimengerti dan menyenangkan, bikin semangat.

14. Kalo ingin memilih menjadi keluarga abnormal bagaimana cara dan langkah pertama yg harus diambil? -Kris

14. Cermati potensi diri dan keluarga. Bangun keberanian dan kekompakan keluarga, tidak mudah menjadi berbeda. Kemudian latihan, latihan dan LATIHAN.

15. Bagaimana mengkondisikan anak2x saat membuat strategic planning. Gambaran buat mereka, supaya mereka jg antusias ikut dlm merangkum strategic
15. Lakukan obrolan pra-acara berkali2. Komunikasikan apa yang akan kita kerjakan dan nilai penting egiatan ini bagi kita sekeluarga. Lalu kerjakan family strategic planning itu dengan cara yg menyenangkan utk anak2. Bermain, bernyanyi, coret2 dll. Yang penting semua happy.

16. Bagaimana cara mengendalikan sifat emosional di dalam rumah tangga? ‪#‎oot‬ -triyani

16. Tergantung permasalahannya. Latihan dan saling mengingatkan. Rasul saw menasihatkan jika kita marah saat berdiri, ya duduk dulu. Masih marah baring. Ambil air wudhu bsa cepat meredakan marah. Anak2 menyukai jika saat marah saya mandikan, bahkan kadang mereka berinisiatif sendiri langsung mandi, guyuran. Segerrr. Lalu tidur dan hilang marahnya.

17. Ada kejadian dimana ortu merasa terlambat unt memulai membangun stategy project planning disaat anak2nya sudah beranjak dewasa dan kedekatan antara mereka pun kurang terjalin. Bagaimana unt kasud ini pak? Adakah cara efektif untuk memulai semuanya dr awal? Sapta
17. Tidak ada yang instan. Dan tidak pula perlu merasa terlambat. Jika memang merasa perlu dan bermanfaat, bisa membawa keada kebahagiaan, kerjakan saja. Jika tidak, ya tidak usah.
Bagaimana agar tahu? Ngobrol. Berkomunikasi dengan baik dan terbuka.

Resume Kulwapp IIP: Manajemen Waktu

Resume Kulwapp IIP Bandung #1
Jum'at,13 Februari 2015

Pukul 20.00-21.00
Narasumber : Septi Peni Wulandani

Host : Nia
Co-Host : Mesa
Admin : Shofi


MANAJEMEN WAKTU

“Dan mereka berkata” kehidupan ini tidak lain saat kita berada di dunia, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan (mematikan) kita kecuali dahr (perjalanan waktu yang dilalui oleh alam).” (QS Al-Jaatsiyah: 24).

Melihat ayat di atas betapa tingginya makna waktu untuk kehidupan kita.Waktu adalah harta yang sangat mahal, melebihi uang, tapi banyak diantara kita yang menyia-nyiakan. Waktu adalah kehidupan, kita semua diberi waktu sama,tetapi pemanfaatan terhadap waktu setiap orang berbeda. Bagaimana dengan waktu anda, para Ibu Profesional?

Melihat sosok seorang ibu biasanya identik dengan multitasking person, dan banyak diantara kita merasa pekerjaan ibu tiada habisnya.
Mari kita lakukan fine tuning terlebih dahulu, dengan cara :
a. Tuliskan 3 hal yang paling penting dalam hidup kita
b. Tuliskan 3 hal yang paling tidak penting dalam hidup kita 
c.Waktu anda lebih banyak untuk yang mana?


Setelah itu bagilah waktu kita dalam tiga hal besar yaitu :
a.Amal Jariyah : contoh :masukkan rutinitas pekerjaan kita di rumah dalam kategori ini, selain amal yang lain.
b.Memiliki Anak yang sholeh/ah : contoh : masukkan aktivitas mendidik anak dan mengelola keluarga disini.
c.Ilmu yang bermanfaat : contoh : masukkan aktivitas menuntut ilmu baik offline maupun online disini.

Ingat tiga hal tersebut akan kita bawa sampai mati, jadi mengapa tidak kita penuhi waktu-waktu kita dengan tiga hal tersebut?

Bagaimana strateginya ?
a. Masukkan tiga aktivitas di atas menjadi 3 aktivitas utama anda setiap hari. Berikan waktunya dan patuhi dengan tepat.
b. Patuhi cut off time ( berikanlah reminder saat satu aktivitas hampir selesai, dan segera berganti ke aktivitas yang lain)
c. Minimkan aktivitas yang tanpa perencanaan. Anda harus bisa mengatakan TIDAK.

BONUS WAKTU 
Hanya orang yang sibuk dan waktunya penuh berarti yang akan mendapatkan BONUS WAKTU. Kalau anda mengatur waktu dengan benar, maka akan merasakan sangat banyaknya bonus waktu. Misal saat di perjalanan, saat menunggu dokter dll. Apa yang harus kita lakukan?

a. Gunakan bonus waktu untuk pengembangan diri
b. Selalu bawa amunisi, bisa buku, catatan dll.
c. Penentu kualitas diri kita.
Mulai hari ini tidak ada lagi para ibu di Komunitas Ibu Profesional yang menggunakan bonus waktunya dengan ngerumpi, ngobrol tak menentu. Bacalah buku, menulis ide, dan aktivitas lain yang meningkatkan kualitas kita. Dan berkomitmenlah untuk melatih moral character kita dengan menegakkan value "always on time"
Salam Ibu Profesional
Septi Peni www.ibuprofesional.com twitter : @septipw FB : Septi Peni Wulandani

Sesi Tanya Jawab

1. Teh Yunita : mau nanya kalo yang dimaksud dengan selesai dengan diri kita sendiri itu apa?
1. Teh yunita : selesai dengan diri kita itu artinya kita sudah bisa melepaskan ego pribadi, lebih bijak, dan sudah tidak memerlukan pengakuan dari pihak lain. Kita sdh menerima diri kita apa adanya. Tidak akan membandingkan dg orang lain. Krn orang yg sdh selesai, hanya bisa dibandingkan dg dirinya sendiri.

2. Teh Wiwik : Ibu, bagaimana mengendalikan perasaan perfeksionis, yg kalo ga kesampean kdg jd kepikiran saat cut off time tp sdh hrs lanjut ke pekerjaan lain?
2. teh wik, harus belajar mengatasinya. Disiapkan dari awal saat kita akan mulai pekerjaan tersebut, siapkan alarm sbg penanda 5 menit lagi kita harus selesai. Patuhi dan terima, satukan pekerjaan yg belum selesai pada tempatnya, shg tidak mengganggu pandangan mata dan pikiran kita saat cut off time.

3. teh Ai : tentang pembagian waktu yg 3 diatas, adakah porsi idealnyanya dalam 24 jam (perbandingannya)? Manakah yg lebih utama?
3. teh ai, diantara 3 tersebut semuanya penting, nah yg terpenting sesuaikan dg kondisi kita, kl yg sdh punya anak , aktivitas mendidik anak menjadi yg terpenting. Tp kl belum maka tentukan 2 hal antara amal jariyah/ ilmu yg manfaat. Idealnya 3 hal ini ada dlm aktivitas harian kita.

4. teh Nia : saya diamanahi dalam sebuah organisasi dakwah. Seringkali tuntutan tugas di sana menyita waktu utk anak2. Dgn kondisi aktifitas yg kadang tdk bisa diprediksi.
Memang tdk sering sih.
Gimana ya bu menyiasatinya?
4. teh nia : masukkan aktivitas organisasi dakwah ini dlm kategori amal jariyah. Kemudian masukkan di kuadran kegiatan "importan not urgent" artinya itu kegiatan penting tp tdk boleh mendesak harus direncanakan dg baik. Karena kl serba mendadak akan menganggu aktivitas mendidik anak.

5. Teh Risa : Kadang ketika aktifitas yg dilakukan terasa bgitu melelahkan dan merasa butuh istirahat bbrpa saat (seperti tiduran), apakah ini trmasuk membuang-buang waktu? bgaimana agar istrhat kita pun ttp bermakna dalam kaitannya dengan "faidza faraghta fanshab"?
5. teh risa, istirahat itu sangat penting, agar tidak sia-sia niatkan sebagai amal jariyah kita pada tubuh yg ingin mendapatkan haknya, penuhi kebutuhan tubuh kita sesuai fitrah, agar ia mau bekerjasama dg kita menjalankan amalan yg lain. 

6. teh shofi : Apakah kita harus selalu membuat dan mengevaluasi jadwal harian rutin setiap hari? Bagaimana apabila ada hal2 yg mendadak shg tdk sesuai perencanaan? Atau jika kondisi anak2 lbh 'heboh' dari biasanya?
6. teh shofi merencanakan dan mengevaluasi kegiatan kita itu hukumnya wajib. Tinggal kita kelola saja, kl tdk bisa harian, maka buat mingguan. Gunakan bantuan beberapa perangkat yg kita miliki spt organizer di hp, sbg sekretaris pribadi kita. Shg kita tdk perlu waktu banyak untuk aktivitas perencanaan dan evaluasi.
Kl ada hal mendadak, lakukan aktivtas wajib di hari berikutnya dg porsi lebih banyak.

7. Teh Syifa: Apabila ketiga aktivitas utama tdk dilakukan dalam 1 hari bagaimana? Misal hari ini khusus mendidik anak, besoknya amal jariah..
7. teh syifa : dr tiga aktivitas tsb pastikan 1 yg harus selalu ada. Misal mendidik anak bagi yg sdh memiliki, hukumnya wajib setiap hari. Yg lain bisa ditambahkan.

8. Teh Ropy:
Bagaimana menghadapi keadaan yg diluar rencana, contoh: dijadwalkan aktivitas pembelajaran bersama anak selesai pada waktu tertentu ternyata diakhir aktivitas anak tantrum, sehingga merembet pada kepatuhan waktu yg lain. Adakah tips khusus utk hal tsb, misalkan ada rencana yg boleh ditolerir (mengambil waktu me time atau lainnya)
8. teh ropy, apabila menghadapi keadaan di luar rencana, maka korbankanlah kegiatan selingannya. Seperti yg pernah saya berikan di seminar, ada toples, 3 bola tenis dan beras. Toples adalah waktu, bola tenis adlh aktivitas utama, dan beras aktivitas selingan. Yg perlu anda masukkan adlh 3 bola tenis dulu, baru beras dan bisa ditutup toplesnya. Tapi kl beras dulu, baru bola tenis, toples jadi tidak cukup. 
Maka kl ada hal yg mendadak, 3 keg besar tetap jalankan. Selingan2 yg kita kurangi.

9. teh Nia : Dengan bergabung di berbagai forum dan kajian sebenarnya kita seringkali "kebanjiran" ilmu.
Kadang sampai "luber" .
Boleh tdk kita moratorium agar bisa mempraktekkannya satu2?
9. menuntut ilmu itu wajib, tapi menjadi tidak amanah apabila tidak diamalkan. Maka caranya setiap kali selesai ikut kajian, ambil nilai baik yg bisa kita kerjakan, dan memberikan perubahan pada diri kita. 
Tinggalkan forum yg tidak membuat anda berubah dari hari ke hari. 

10. Teh Kurnia
Bu, kalau ibu sendri apabila ada "me time" aktivitas apa yg dkrjakan? 
10. hihi teh kurnia penasaran ya? Aktivitas me time yg paling saya sukai, bercengkerama di kasur bareng keluarga, ngeteh, ngopi dll.

11. Teh Anggi
Bagaimana managemen waktu untuk ibu yg bekerja hampir 12jam diluar rumah?
11. ibu yg bekerja di ranah publik itu harus punya doble energi, istilah mobil doble gardan. Bgm caranya?
a. Rapikan dulu management domestik anda. Buat management menu, management pendidikan anak, management keuangan kel dll.
b. Pastikan ada orang yg sdh kita latih yg bisa menerima delegasi , di bawah tanggung jawab kita
c. Berangkat kerja harus dlm kondisi cantik dan segar, pulang ke rumah harus LEBIH CANTIK dan LEBIH SEGAR
d. Prioritaskan anak ketika pulang.

12. Teh Shofi: Kalau boleh, saya ingin mendapat gambaran kegiatan yg dilakukan bu septi kpd enes, ara, dan elan saat ketiganya menjalani HE? Apabila ada kegiatan mereka yg blm selesai pd waktunya apakah berlaku cut off atau lbh flexible?
12. Teh shofi : anak-anak kami latih untuk memanage waktunya sendiri, kemudian kita diskusikan. Misal menurutmu apakah cukup belajar gitar ini hanya 30 menit? Kl ya, maka dia harus bertanggung jawab akan apa yg disepakatinya. Maka tiap hari kita evaluasi, bgm anak-anak menjalankan aktivitas hari ini.kl ada yg perlu direvisi, sgr revisi.

13. Mulai usia brp memanaje sendirinya? Teh shofi
13. sejak 8 th >, 0-7 th saya lebih flexible ke anak2, mereka menikmati waktu yg saya buat, misal dr jam 7- 14 adlh waktu saya main sama mereka. Maka jam 13.55 saya yg remind unt beralih aktivitas lain untuk diri saya.✅