Showing posts with label Diary. Show all posts
Showing posts with label Diary. Show all posts

Sunday, February 1, 2015

Muhasabah, Mujahadah dan Doa

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Kembali menghisab diri, banyak hal yang perlu diperbaiki, ditata kembali serta memeriksa hati saat menjalankan peran saya sebagai ibu dan istri dalam keluarga. Berawal dari penjagaan niat diikuti kesungguhan dalam berbuat atas apa yang sudah direncanakan. Banyak tantangan yang dihadapi dalam menjalankan apa yang direncanakan, karena itu saya dituntut untuk bersungguh-sungguh.

Niat sudah baik, namun saat menjalankannya tidak bersungguh-sungguh, hasil dan prosesnya malah menjadi tidak maksimal, itu yang akan dirasakan. Ya, inilah yang harus dibenahi. Jatuh bangun dalam menjalankan aktifitas terbaik dalam rumah tangga pastilah terjadi, namun kalau selalu tersandung dan terjatuh, pasti ada yang perlu diperbaiki.

Di sinilah letak tantangannya, jika semua hal yang diharapkan dan direncanakan semuanya berjalan baik, bisa jadi saya tidak belajar tentang kesungguhan dan tidak menuliskannya sekarang. Belajar kesungguhan pun tidak semata pada batasan niat dan kata-kata, tetapi latihan diri untuk bertahan dalam semua kebaikan-kebaikan tersebut diikuti dengan peningkatan.

Setelah jatuh, sekarang bangkit lagi dan mulai lagi –meski tidak dari awal-, semangat lagi dan bismillah…

Buang jauh-jauh hal sedih dan menggantinya dengan yang menyenangkan…

Buang jauh-jauh yang sulit dan menggantinya dengan memulai dari yang mudah dan lakukan hal menantang…

Buang jauh-jauh ketergesaan dan menggantinya dengan fokus dan tenang terhadap apa yang sedang dijalankan…

Buang jauh-jauh rasa bersalah dan menggantinya dengan kemaafan dan strategi baru…

Buang jauh-jauh masa lalu dan semangat lagi untuk yang sekarang dan akan datang…

Buang jauh-jauh rasa minder dan menggantinya dengan PeDe…

Yakin, yakin dan yakin…

Insyaallah dengan kesungguhan Allah swt pun akan menunjukkan jalan-Nya

Ya Rabbi… bimbinglah diri ini…

La hawla wa laa quwwata illa bika, Fa innahu laa hawla wa laa quwwata illaa billahi ‘aliyyil ‘azhiim…


Bismillah…

G.K. Parahyangan, 02 Feb 2015

Saturday, January 24, 2015

Innal insaana khuliqa khaluu'a

Alhamdulillah Allahuakbar…!!!

Ya, hanya kepada Allah tempat memuji serta tempat bersyukur atas nikmat diselesaikannya masalah yang sedang kita hadapi. Saat hidup dihadapkan dengan sebuah tantangan yang membuyarkan fokus kita dalam keluarga, pekerjaan, bahkan mengganggu kelancaran aktifitas positif di dalam rumah bersama anak-anak.

Sungguh, janji Allah senantiasa pasti, dalam firman-Nya yang menjelaskan bahwa, “Maka sesudah kesulitan pasti ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan” (Al-Insyirah 5-6). Dalam keadaan ini Allah memberikan harapan kepada kita untuk tidak melemah dalam kesulitan yang dihadapi, karena kesulitan itu nantinya pasti diikuti sengan kemudahan.

Terkadang kita sempat merasa lemah saat dihadapkan dengan kesulitan, merasa begitu rapuh dan lelah untuk menghadapi kesulitan itu yang pastinya akan diikuti dengan kemudahan. Bahkan kita dihantui dengan rasa takut menghadapi konflik, padahal sudah kita ketahui bahwa setelah puncak pasti akan ada penurunan. Allah yang senantiasa memberikan pasangan dalam banyak hal, agar kita selalu menyadari bahwa segala sesuatunya bukanlah hal yang kekal, namun sementara. Diciptakan-Nya siang kemudian diikuti malam, diberikan penyakit kemudian dihadirkan obat, diberikan tantangan/masalah kemudian ditunjukkan jalan keluar, diberikan hidup kemudian mati.


Saat dihadapkan dengan masa sulit, seolah sebuah benda besar tengah menghimpit dada kita, sehingga terasa begitu sukar dan gelap pikiran untuk mencari jalan keluar. Allah tak lantas bersegera memberikan kemudahan dengan tujuan agar kita mampu bersabar mencari jalan keluar tersebut. Di sinilah kita diuji, ada yang bersabar dalam penantian dan berusaha mencari jalan keluarnya, kadang ada juga yang berputus asa sehingga merasa begitu sulit dan gelapnya jalan itu. Hendak menjadi apa kita saat menghadapi masalah, kitalah yang menentukan.

“Sungguh manusia itu diciptakan dalam keadaan keluh kesah, apabila ditimpakan kepadanya keburukan maka dia mengeluh, apabila ditimpakan kebaikan maka dia menjadi kikir, kecuali orang-orang yang shalat” (Al-Ma’arij 19-22)

Ya, saya sendiri mengalaminya saat masalah itu datang menerpa. Saat menghadapi tantangan dari masalah tersebut, saya sempat lemah. Allah mengajarkan kita untuk meminta tolong kepada-Nya dengan Sabar dan Shalat. Meski sudah melaksanakan shalat, ketika masalah itu menerpa, kadang kesabaran masih kurang maksimal saya gunakan untuk meminta pertolongan kepada Allah.

Merasa malu kepada Allah karena masih belum bijak menyikapi tantangan yang Allah berikan. Meski mengetahui bahwa Allah senantiasa memberikan kemudahan setelah kesulitan, tetap saja galau yang melanda membuat saya hilang kendali untuk bijaksana dengan masalah yang saya hadapi. Astaghfirullahal ‘azhiim, betapa lemahnya iman ini, ketika Allah mengujinya dengan kesulitan, sempat merasa rapuh dan nyaris hilang kendali.

“Rabbanaa zhalamnaa anfusanas wa in lam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunannaa minal khaasiriin…”

Apalagi ketika kemudahan itu sudah Allah hadirkan dan kita merasa lega dengan jalan keluar tersebut, betapa kesulitan yang sebelumnya kita hadapi belum ada apa-apanya dibandingkan nikmat yang telah Allah berikan di sepanjang hidup kita. Malu kepada Allah yang Maha Bijaksana, semoga Engkau ampuni segala kekhilafan dan salah yang saya lakukan selama ini. Semoga Engkau kuatkan lagi langkah-langkah ini dalam menjalani kehidupan dengan indahnya iman kepada-Mu dengan menjadi ahli shalat, ahli Al-Qur’an dan menguraikannya dalam amal baik dan benar dalam menjalani segala aturan dengan ridha-Mu.

Terimakasih Allah, yang menciptakan kesulitan dengan diikuti kemudahan bahkan keindahan dalam kehidupan ini.

Teimakasih Allah, yang membimbing kami dalam meniti jalan keluar yang Engkau tunjukkan ke dalam hati-hati kami, sehingga manisnya dapat kami petik.

Terimakasih Allah, yang masih memberi kami pengampunan atas khilaf dan salah selama ini

Terimakasih Allah, yang memberikan kami pendampingan dan membuat kami bisa merenungi kembali masalah ini kelak sebagai pelajaran hidup bagi kami

Terimakasih Allah, walau masih dengan iman dan amal yang sangat minim, Engkau masih membantu kami dan senantiasa bersama kami.

Terimakasih Allah, karena Engkau telah menjadikan kami lebih kuat berjalan bersama dengan adanya masalah ini.

Terimakasih Allah, hanya kepada Engkaulah kami menyembah, mengabdi dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Terangilah hati-hati kami dengan cinta kasih, sehingga apa yang kami keluarkan, apa yang kami amalkan hanyalah kebaikan nan penuh cinta dan kasih sayang, saling mengerti dan mudah minta maaf serta memberi maaf, mampu menahan amarah serta senantiasa berada dalam kebaikan amal.

Ammiiin allahumma Aaamiin
Alhamdulillahilladzi tatimmusshalihaat
Alhamdulillah ‘ala kulli haal
Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin
Allahuakbar walillahil hamd…

Sekarang, “apabila telah selesai satu urusan, maka beralihkan ke urusan yang lain, dan hanya kepada Tuhanmu-lah hendaknya Engkau berharap” (Al-Insyirah 8-9)

Bisimillah…
G.K. Parahyangan, 25 01 2015


Wednesday, August 13, 2014

Bandung, hari ini aku kembali

Allahuakbar... Laa ilaaha illa Allah... Allahuakbar wa lillaahilhamd...

Bahagia yang tak dapat diuraikan bagaimana besarnya, saat bertemu dengan semua anggota keluarga di kampung selama 3 minggu ini. Tak hanya keluarga, beberapa teman sekolah pun saya temui dan saling bercerita dengan segala kisah yang kami punya. :)

Alhamdulillah, meski tak semua rencana terlaksana karena anggota keluarga diserang beberapa penyakit dengan silih berganti -termasuk saya sendiri yang "tak bersuara" selama 2 hari- sehingga hari-hari saya lalui di Bukittinggi saja.

Tiga minggu berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara, apalagi kami 5 bersaudara hadir semua. Seperti biasanya Rumah Basamo kembali dipenuhi dengan hiruk pikuk anggota keluarga yang di kampung dan dari rantau.

Alhamdulillah... hanya milik Allah segala puji dan puja atas segala nikmat-Nya. Akhirnya kini tiba masanya kembali kepada rutinitas semula. Kembali ke Bandung dan mulai menata kembali kehidupan berkeluarga (rumah tangga).

Ya... kembali ke Bandung -tempat berjuangnya saya dan suami- untuk kehidupan keluarga yang lebih baik dari hari ke hari. Merangkai mimpi dan mengatur rencana yang akan kami tempuh untuk perjalanan keluarga kecil kami.

Kembali ke Bandung dengan PR besarku untuk belajar lagi dan lagi untuk diri, suami dan anak-anak.

Kembali ke Bandung dengan pikiran yang sudah jauh lebih segar dari sebelumnya, dengan berbahagia bersama keluarga di kampung.

Apalagi yang kubawa saat ini adalah semangat baru untuk sesuatu yang baru... hehe...

Oh Agustus... Oh September... semoga hari-harimu dapat kuisi dengan banyak kebaikan bersama keluargaku dengan lembaran baru yang lebih seru...

Kembali ke Bandung dan ingin kuteriakkan... Bismillah..
SEMANGAAAAT.... untuk yang BARU...

Taqabbalallaaahu minna wa minkum...
Semoga Lebaran tahun ini membuat kita menjadi hamba yang bertaqwa dan senantiasa memperbaiki diri...

Aamiin allahumma Aaamiin...

#bangku 21 Primajasa
Dalam perjalanan Bandara soetta - Bandung 13082014

Thursday, March 20, 2014

Pasang Surut Semangat Bunda

Dini hari, 04 Maret 2014

Rasanya sudah lama sekali saya meninggalkan blog tanpa ada postingan baru. Sibuk lagi :D ? Ya, itu alasan lagi…

Ingin evaluasi 100 hari yang sudah saya tetapkan untuk menjadi CINTA Profesional. Sudah 65 hari berjalan menuju hari ke-100. Apa yang berhasil saya lakukan? Apa yang belum?
Berhasil dress up 7 to 7 selama 61 hari, dan 4 hari baru dress up jam 8 dan 9 pagi :(. Kemudian berkegiatan dengan anak-anak sudah mulai terbiasa, walau hanya kami isi dengan “Ngobrol ala Bunda dan Azzam”. Jeleknya, saya masih belum konsisten untuk kerapian rumah, apalagi menu 10 hari yang sudah sejak awal direncanakan. Untuk hal ini, gagal semua… -hiks…

Sedih pastinya, karena masih belum mampu menjadi apa yang di-mau. Bahkan sekarang 100 hari menuju Cinta Profesional, akan saya ganti menjadi 100 hari menuju Bunda Sayang. Apalagi ini??? Hehe, ini salah satu program kuliah di www.ibuprofesional.com tingkat awal. Bisa disebut juga istilah kumpulan mata kuliah di tahun 1 di Institut Ibu Profesional yang belum tentu bisa tuntas dalam 1 tahun.

Ada 12 materi yang perlu dikuasai dan dipraktekkan dalam rumah bersama keluarga dan anak-anak. Jika dulu saya kuliah sampai 20 atau 24 sks. Maka saat ini 12 materi ini harus dipahami secepatnya dan dipraktekkan selamanya… hehe. Berat? Hm… Mana ada yang namanya materi baru itu mudah, kecuali kalau benar-benar sudah dikuasai. Nah, untuk menguasainya tidak semata-mata, belajar, hafal, ujian dan nilai. Tapi…. Belajar, praktek, pahami, praktek lagi, kuasai, praktek lagi, dan praktek teruuusss. Nilai?? Nilainya kapan?

Nilainya…. Nanti di akhir-at oleh Allah SWT melalui catatan para malaikat-Nya. :)

Ya, jika selama ini saya merasa sudah maksimal belajar di tingkat dasar, menengah dan tingkat tinggi, sampai sudah jadi MAHAsiswi. Maka kali ini saya harus maksimal juga menjadi IBU bagi anak-anak saya. Jika dulu saya merasa puas saat Rangking 1 atau nilai A tertulis di laporan hasil belajar. Maka kali ini saya tidak akan puas sampai ajal menjelang…#lebay hehe….

Ya, jika dulu tidak tidur membuat tugas kuliah dan pagi-pagi sibuk untuk menyiapkan diri ke kampus. Maka sekarang tidak tidur memikirkan bagaimana saya hari ini, apa yang saya dapatkan, dan apa yang akan saya lakukan besok. Tetap saja semuanya harus melalui proses, sebagaimana 6 syarat yang perlu dimiliki bagi seorang penuntut ilmu (dalam hal ini, saya yang belajar ilmu Rumah Tangga dan segala isi-isinya :)), syaratnya harus cerdas (sehat akal), kemauan yang kuat (bersungguh-sungguh) bisa juga dalam bentuk tidak mau berhenti belajar, sabar menjalaninya, mengusahakan biaya yang diperlukan, adanya guru (bila perlu bisa kenal lebih dekat dengan guru), dan –butuh- waktu yang lama (berproses). 

Kalau mengikuti 6 syarat itu, saya merasakan masih kurang sabar dan bersungguh-sungguh dalam menjalani proses belajar menjadi profesional dalam rumah. Harus meningkat, untuk ke depannya, inshaaAllah. Semangat…. ^_^


Menjelang sore, 10 Maret 2014

Kali ini, terasa begitu sulitnya isi kepala bisa mengalir dalam tulisan (ketikan). Buntu untuk menuangkannya dalam cerita, tapi menyesakkan di kepala. Menjalani rutinitas dengan status Bunda di mata anak-anak (Azzam dan Aliya) belakangan ini, sempat membuatku “lalai” dengan status Istri di hadapan suamiku. Dua status yang tidak mungkin dilepaskan satu sama lain dalam berumah tangga. Bahkan akhir-akhir ini kami lebih sering bercerita tentang anak daripada tentang berdua. Kami menikmatinya, tapi beberapa hari terakhir sempat saya sampaikan ke suami, tentang lumayan lama kami tidak memperbaharui komunikasi dengan berbicara maupun bercanda tentang berdua. Hmm, memang sekarang semua perbaikan itu sangat perlu. Maafkan, perbaiki dan laksanakan… ^_^


Dini hari, 21 Maret 2014

Hampir dua minggu waktu serasa berlalu dengan hampa kegiatan, mulai kegiatan bersama sampai merapikan kegiatan sendiri pun rasanya masih belum ada yang ‘maksimal’ kulakukan. Semua rasanya biasa saja, bahkan serasa lebih buruk. 

Rutinitas yang saya jalani seperti tidak ada nilai (baca:sia-sia). Satu hal yang pasti, sekalipun begitu Allah Swt pasti melihatnya dan Malaikat tentu mencatatnya. Jika saya evaluasi sendiri, terlihat ada kemunduran dalam berbagai hal. Ditelaah lagi lebih dalam, saat ada kemunduran, pastinya kuantitas atau kualitas ibadah saya ada yang menurun. Astaghfirullahal ‘azhiim… Karena tolok ukur dari berjalan baiknya aktifitas seorang yang muslim itu memang berbanding lurus dengan ibadah yang dia lakukan, pengaruhnya pasti ada.

Beberapa jam lalu, saya membaca buku Hadits Qudsi yang membahas tentang Indahnya Beribadah kepada Allah Swt. Hadist Riwayat Ahmad, At-tarmidzi, Ibn Majah dan Al-Hakim, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ini menjelaskan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

”Sesungguhnya Allah Swt. Berfirman, ‘Wahai Bani Adam, curahkanlah dirimu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi dirimu dengan kecukupan, dan Aku akan hilangkan kefakiranmu. Dan jika engkau tidak melakukannya, niscaya Aku susahkan dirimu dengan kesibukan, dan Aku tidak akan menghapuskan kefakiranmu.”

Sebagaimana dijelaskan juga di buku tersebut, bahwa ibadah mengisyaratkan struktur manusia seluruhnya, mulai dari hati, lisan, akal dan seluruh organ tubuh kita. Adapun syarat mutlak dari ibadah adalah: memberikan manfaat dan kemashlahatan dalam kehidupan, dilakukan untuk mengaharapkan keridhaan Allah, dan dikerjakan tanpa menyalahi syarat.

Merunut kembali apa yang saya alami beberapa waktu ini, saya diingatkan bahwa saya harus kembali memperbaiki niat saya dalam menjalani aktifitas di rumah dengan niat ‘ibadah’ yang sebenarnya. Kadang saya lupa meniatkan apa yang saya lakukan untuk menjadi ‘ibadah’ kepada Allah Swt., sehingga merasakan semua itu hanya rutinitas semata dan menimbulkan rasa ‘lelah’ bahkan 'susah' yang tak menentu. Padahal sudah diketahui bahwa ibadah kepada Allah itu, bukan semata hal yang berkaitan dengan shalat, puasa, zakat dan haji, sekalipun keempat ibadah tersebut termasuk jenis ibadah yang paling agung (Rukun Islam), tetapi sifat terpuji dan akhlak yang indah seperti bersikap lembut dengan dalam bermuamalah dan menunaikan amanah dengan bersabar dan keteguhan, ini juga harus dimulai dengan niat kepada Allah. Jika mengharap kepada yang lain, inilah yang menyebabkan lelah hati dan kejenuhan.

Ya, tepatnya malam ini, saya kembali diingatkan, dua minggu dalam kubangan kelalaian dan merasa lemah. Padahal Allah Swt sudah menguatkan dalam firman-Nya untuk tidak menjerumuskan diri dalam kecelakaan (kesia-siaan), dan tidak berputus asa dalam mencapai rahmat-Nya. Saya harus giat kembali, tepatnya menata kembali ‘ibadah’ saya dengan memperbaharui niat. Hm, upgrade niat, untuk kegiatan yang lebih terarah pada kesyukuran dan kesabaran menjalankan ibadah menjadi istri, orangtua dan menjadi salah satu bagian keluarga besar dan masyarakat. Teringat dulu sewaktu kuliah sempat diwawancarai, wartawan Tabloid Kampus (haha… nostalgia), saat diminta memberikan pesan untuk pembaca, lantas saya menjawabnya “Perbaharui niat dalam menuntut ilmu”.

Tabloid Interaktif 2007
Karena dalam meraih cita-cita, niat harus diperbaiki dulu, jika ada yang perlu ditambal ya ditambah, ada yang perlu dicabut, ya dicabut (emang gigi?), maksudnya buanglah niat-niat jelek selama ini. Renungi lagi, untuk apa kita kuliah? (sedikit penggalannya begini)

Jika dulu saya perbaharui niat dalam menuntut ilmu, maka saat ini dengan menuntut ilmu tentang rumah tangga serta seluk beluknya, saya juga perlu upgrade niat, akal dan perbuatan. :) Apalagi saat ini ilmu yang dituntut harus bergerak cepat dalam prakteknya, tapi tetap tidak boleh tergesa-gesa, karena tempat prakteknya sudah ada (rumah dan keluarga), bahkan sangat luas (jika dilakukan bersama keluarga lain, bahkan bisa berlanjut ke masyarakat) InsyaAllah.

Bagaimana saya sekarang? :D

Alhamdulillah, SEMANGAT LAGIIIIIIII……………..

Semoga segera terurai dalam perbuatan… Aamiin Allahumma Aamiiin…

Semangat, semangat, semangat…..

BISMILLAH... ALLAHU AKBAR..!!! 


Mulai dari tanggal 4-21 Maret, baru bisa posting keseluruhan. Bikin malu diri sendiri yang tidak merubah masalah menjadi tantangan. Akibatnya galau yang berlarut-larut baru terjawab dihari ke 21 bulan ini.... beruntung dalam masa itu maut tidak menjemput. Jika ya, innalillah, malangnya diri dalam kelalaian menghadap kepada-Nya.

but, forever is Thank's You Allah.... (Alhamdulillah... :))


Add caption
Rabbanaa laa tuzigh qulubana ba'da idz hadaitanaa wahablana min ladunka rahmah....

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khaasiriiin.

Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'azaabannaar.. Aamiin Allahumma Aamiin.







Sunday, July 12, 2009

Kumulai Kembali

Timbul tenggelam, mungkin inilah sebutan yang tepat bagi Blog-ku. :) Kadang diisi, kadang tidak. Kadang bertambah, kadang melompong saja tiada tambahan. Pagi ini, semangat menulis itu menggila kembali. Lucu memang, lama sudah rasanya blog ini tak ku sentuh, tak kupoles, apalagi kuberi makna. Semuanya tertinggal begitu saja. Mungkin kalau diibaratkan sebuah benda besi, blog-ku sudah bisa dibilang karatan, kalo disebut benda yang lekang oleh panas dan lapuk oleh hujan, maka saat ini blog-ku bisa kusebut 'lumutan'. Hehe...

Namun, yang terpenting sekarang adalah aku bersyukur sudah memulainya kembali. Memulai mengetikkan apa yang ada di benak dan hatiku, dengan sedikit polesan bahasa, kuuntai juga kata-kata walau sederhana. Ya, pagi ini akan berjalan seperti biasanya, dimana aku dan segala rutinitasku akan menemaniku sepanjang hari. Satu minggu sudah jabatan guru honor kutinggalkan, menapaki kembali jejak mulia ibu rumah tangga, dengan kegiatan tambahan mengajak anak bermain dan belajar di kelompok bermain, serta ber -OnLine Shop- ria dengan daganganku. Melapak, menata dagangan, promo dan menawarkan produk-produk baru pada sahabat-sahabat setia yang berbelanja di http://www.facebook.com/pages/Galeri-HoosLooK-Husnul-KhuluQ/216079441806649.

Kurang lebih 1 tahun sudah aku menjalani usaha "Selling is Helping" ini. :) Alhamdulillah, banyak kisah dan pelajaran yang kudapatkan, dan tentunya lagi juga ada 'laba' di dalamnya. Namanya juga perniagaan, kalo bisa jangan sampai balik modal, tapi lipatgandakan modal dengan untung dan kebaikan yang banyak. Seperti malam menjelang subuh ini, waktu kubagi menjadi beberapa bagian, mulai dari ibadah, OnLine-kan dagangan, nelonin anak, siapkan paketan kiriman barang yang mau dikirim keluar kota, dan terakhir kucoba mengutak atik Blog-ku ini. ;)

Semua ide tulisan ini berawal dari blog kakak dan saudara laki-lakiku, yang berkoar dalam Blog beliau berdua untuk segera "GO-BLOG", yang membuatku akhirnya terpancing juga untuk kembali mengintip kembali blog lamaku yang hampir punah. Tidak seperti Multiplyku yang sekarang memang sudah punah menjadi Web Store :D.

Alhamdulillah atas nikmat pagi ini, kemudian kesehatan dan nikmat Islam, iman dan ihsan yang Allah karuniakan. Nikmat jua atas kembalinya aku menambah tulisan di Blog ini. Alhamdulillah 'ala kulli ni'aamih.  Saatnya beraktifitas, karena jam 06.00, waktu untuk ber-OL ku sudah habis. Jadi harus posting ini dulu. :)
Selamat bekerja dengan basmalah dan shalawat, tanpa melupakan dzikir tentunya. ;)

Keep Istiqamah in Khayraat... :)

Pagi tak bernyawa, Marken F1 no.3
 19 Desember 2012

Thursday, December 25, 2008

Doa OraNg TerCiNta


Hari yang menakjubkan untukku. Berhubung semenjak pukul 00.00 hingga sekarang, berbagai media yang kumiliki mulai dari HP, chatbox, friendster maupun email. Semuanya turut memberikan kebahagiaan padaku, memberikan doa untuk kebaikan ku, dunia dan akhiratku... Amiin Allahumma amiin, terimakasih atas semua doa sahabat,sebagai wujud ukhuwah yang terjalin antara kita selama ini. Semoga berkekalan hingga di akhir masa dan Allah memberkahi usiaku dengan segala langkah yang telah, sedang dan akan kutorehkan dalam hidup ini. Terimakasih banyak sahabat atas semuanya, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan kebahagiaan yang melimpah padamu sekalian. jazakumullah khairal jaza...

Doa-doa untukku darimu sahabat dan orang-orang tercinta yang kucinta karena-Nya:

"Kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga. Salam yang harumnya melebihi kasturi, yang sejuknya melebihi embun pagi. Salam sehangat mentari di waktu dhuha. Salam suci... sesuci telaga kautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selamanya. Salam penghormatan penuh kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan tiada pernah berubah dalam segala musim dan peristiwa. "MET MILAD Ya Ukhti, Semoga sisa umurnya barokah" ^_^ -->> Amiin Allahumma Amiin. Syukran wa jzk...

"10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1... Sannah helwa, 23 years ago, rabu, 25 Dec 1985 - 25 Dec 2008. Assalamu 'alaiki yauma wulidti wa yauma tamutina wa yauma tub'atsina hayya. Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim... Allahumma zid li zakia shalihataha + 'ilman nafi'an + birran + rizqan + wasi'an. Allahummaghfirlaha wa liwalidayha wahdiha warhamha. Allahumma hab laha zaujan shalihan + dzurriyyatan thayyibatan. Allahumma bariklahafi 'umriha, Allahumma faqqihha fiddiin, Allahumma hassibha hisaaban yasiira, Ya Allah kabulkan doa-doanya. Allahumma innaka qulta wa qaulukalhaq: Ud'uuni astajib lakum, Amiin" -->> Amiiin Ya Mujiibas Saailiin. Syukran wa jzk...

"Ass. Kumalu, bingung tak tau bicara apa dan harus mulai darimana. Meskipun kamu kesal, marah, benci. Tapi kumohon izinkan aku ikut serta dalam kebahagiaanmu hari ini. Meski tersisih, aku berharap bisa hadir dalam suka cita di hari jadimu. Memang aku tak mampu berikan sejuk di hatimu apalagi menambah ceriamu, tapi kuingin ikut tersenyum melewatidetik-detik manis ini... Kebahagiaanmu bagaikan pijar di ruang gelap, doamu adalah embun di hati gersang yang tersimpan riuh di hari depan, doaku tasbih di hati sendu, tersirat cinta yang masih tercipta untuk kebahagiaan setiap insan pemeluk bahagia dengan cinta yang tak bersuara. Happy Birthday sobat, Moga sukses selalu..." -->> Amiin... Makasih...

"Met ULTAH ya Ukhti...! Semoga panjang umur, murah Rezki, tambah Dewasa serta apa yang dicita-citakan tercapai... Semoga mendapatkan jodoh yang sholeh dan yang pasti berada dalam lindungan Allah hendaknya Amiiin" -->> Amiin Ya Rabb... Syukran...

"Ya Allah, di usia yang ke 23 sahabatku ini Ya Rahman Ya Rahiim... Ampunilah dosanya, mudahkanlah urusannya, sampaikanlah cita-citanya, kabulkanlah doanya. Jadikan ia hamba-Mu yang taqwa, taat pada orang tua, berbakti untuk agama dan nusa, memiliki akhlak mulia. Karuniakanlah ia teman-teman ahli taqwa. Jauhkan dirinya dari marabahaya dan terhindar dari dosa. Jadikan kepasrahannya kepada-Mu sebagai kekuatan, rasa butuhnya kepada-Mu sebagai kekayaan, permohonannya terhadap-Mu sebagai kemuliaan, rasa rendah dirinya di hadapan-Mu sebagai ketinggian, tawakkalnya kepada-Mu sebagai kecukupan, Amiin Allahumma Amiin. I love and miss u coz Allah, Ukht..!" --> Amiin Ya Rabbal Alamiin... Syukran wa jzk...

"Setelah 23 tahun, semoga sisa usia kita diberkahi Allah. Met Hari Lahir buat Uni Za. semoga makin sholehah, keibuan, mandiri dan lebih dari itu: mukhlisah atas segala hal" -->> Amiiin Allahumma amiin :) Jzk...

"Assalamualaikum ww Kak Za! Met Milad ke 23 tahun ya Kak. Semoga kakak selalu diberi kebahagiaan oleh Allah. Tetap istiqamah, sukses dunia akhirat dan semakin dicintai. Dimudahkan segala urusan dan dibanyakkan rezki..." -->> Amiin Ya Rabb... :)

"(Gambar burung akan hinggap di sebuah ranting) Seekor burung datang kepadamu untuk menyampaikan UcapaN "B-) SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-23. SEMOGA PANJANG UMUR 'n' DIRIDHAI ALLAH" amiin ya Rabbal 'alamiin" -->> Amiin... Syukran wa jzk...

"Happy B'day ya Ammah... Bunda, abiy, kakak dan dedek doakan semoga Allah berkahi setiap umur yang telah Ammah lewati dan berkah untuk umur yang akan Ammah lalui. Ammah... dedek mo rayain ultah di KFC lho, tp diundur 10 hari jadi tgl 30 des ini. Ada paket ULTAH di KFC, 200rb utk 20 org tamu... ikut...ikut..." -->> Amiiin... Makasih banyak ya bunda aby zahzka. Ha.. Mau... ikut... tapi gimana caranya? hiks hiks. Ammah di sini gak bikin tasyakuran, tapi puasa, he 3x. Ntar deh pas Ammah pulkam bikin acara lagi ya dedek... :)

"Za... Selamat Ultah ya untuk za..." -->> Hehe.. makasih..

"Selamat Ulang Tahun yang ke-23 Semoga Bertambah Amal Ibadah dan Jadi Anak yang Shalehah... Trus... Mudah-mudahan cepat selesai S2-nya ya... @m!!!!nN :)" -->> Makasih Ma.. Jzakumullah khairan katsiran... Moga za bisa bahagiakan dan wujudkan bakti za ke mama, walau jasa Mama takkan pernah terganti, moga mama senang dan bahagia dunia akhirat ya Ma... Amiiin...

"Selamat Milad. Assalamu'alaikum wrwb, Semoga Allah melimpahkan umur yang berkah kepada mu.. memudahkan segala urusan2mu, mengistiqomahkan dirimu agar senantiasa berada di dalam hidayahNYA.... Selamat Milad ya.... Wassalam, Alfaqir min 'afwi rabbii...." -->> Amiiin... Syukran wa Jzk...

"assalamualaikum. maaf kalo kehadiran tulisan ini mengganggu... ini hanya sebuah ucapan pengantar datang nya hari yang ber bahagia ..... selamat hari lahir... semoga dengan bertambah nya usia ini mejadikan kita menjadi manusia yang amat berguna dunia akhiran dan mamapu memberi kita pengalaman yang amat berguna ... InsyaAllah ...
Ya Allah jadikan lah kami menjadi manusia yang selalu bersyukur adn ikhlas menjalani apa yang telah menjadi ketentuan bagi kami... ya Rob... berilah kami sesuatau yang mampu nejadikan kami menjadi umatMU yang selalu dekat denganMU....
sekali lagi maaf atas ke hadiran tulisan ini ... selamat hari lahir. salam" -->> Syukran wa jzk...

"MET HARI LAHIR SAHABAT...
Semoga Allah memberikan umur yang berkah..
Ya Allah...di hari yang sangat bersejarah bagi sahabat ku ini, izinkan aku merangkai sebuah doa untuknya..
Ya Robb...perkayalah sahabatku yang baik ini dengan ilmu Mu yang maha luas, hiasilah hatinya dengan kesabaran dan kesyukuran kepada Mu, muliakanlah wajahnya dengan ketaqwaan dan ketawadhu'an, anugerahkan kepadanya teman2 hidup yang bisa lebih mendekatkan dirinya kepada Mu, berikan ia keistiqomahan dalam merajut pribadi sholehah.
Amin Allahumma amin" -->> Amiin Ya Rabb... Syukran jazilan sudah menemani detik-detik bahagiaku wa jzk... :)

"Allahumma inna nas'aluka hubbaka, wahubba man yuhibbuka wa kulli 'amalin yuqarribuni ila hubbak... Salaamun 'alaiki yauma wulidta wa salamun'alaiki yauma tamutu wayauma tab'atsu hayya....Met hari lahir ya za......semoga ALLAH memberikan keberkahan atas umur iza, dan tetap dalam lindungan serta ke istiqomahan dalam da'wah nya... semoga bisa menjadikan za semakin dewasa dan bijaksana dalam menyikapi dan menghadapi hidup ni... semakin sabar dan ikhlas...serta jadi manusia terbaik sesuai dg tuntunan Rasulullah SAW.. amiin. sekali lagi met milad ya.." -->> Amiin Ya Rabbal Alamiin.. syukran wa jzk...

"Selamat yo za... semoga sisa umur yg dilalui semakin berkah dan akan melalui hari2 bahagia hingga ke akhir hayat" -->> Amiin Ya Mujibassaailiin... Syukran wa jzk...

"Selamat milad. Ya Allah.. Yang sedang membaca pesan ini adalah saudaraku yg sedang berulang tahun. Berkahilah dia ya Allah dg limpahan rizqi-Mu, bahagiakanlah dia, kuatkan imannya, perkayalah dia dg keilmuan, hiasi hatinya dg ksabaran dan kasih sayang, muliakan wajahnya dg ktakwaan dan perindah fisiknya dg ksehatan, mudahkan semua urusannya, kabulkan sgala cita dan cintanya, jodohkan dg ikhwan yg shaleh, ampuni sgala dosanya. Amiin. Selamat milad ya :)" -->> Syukran... wa jzk...

"HEPPY BIRTHDAY. Hello my friend how r u hop u fine and very very HEPPY BIRTHDAY to u and u have good time with your famely and friends and good luck for every thing" -->> Thanks... 

"Asslamu'alikum Ni. Selamat Ulang Tahun yo... Mudah2 selalu diberi kemudahan dalam menjalankan Amanah dan perintah Allah SWT. Bahasa Jepang: TANJOUBI OMEDETOU GOZAIMASU" -->> Arigato Gozaimasu...

(Terimakasih banyak buat semuanya, semoga Allah kabulkan semua doa-doa itu... Jazakumullah khayran katsiran... Semuanya hasil ketikan yang diambil dari sms, chat box, mesej di FS maupun email, ditampilkan sesuai yang dikirim namun diadakan proses penulisan lengkap tanpa mengurangi makna dan tujuan sahabat semua sebagai pengirim. Jujur... Za sungguh bahagia... atas semua ini. Alhamdu lillah wa syukru lillah... Makasih banyak ya semua sahabat dan orang-orang tercinta... I luv U all coz Allah s.w.t. Semoga Allah memberkati... Amiin :) :D :D)

Penghujung Malam, 25 Dec 2008

Hentian Kajang






 

Wednesday, December 3, 2008

Sedikit Lagi...

  Hm... Hari yang cukup mengezutkan... Ternyata hari ini seorang seniorku di S1 dulu juga sedang online, saatku baru membuka jendela Yahoo Messenger-ku. Sebut saja nama beliau uni Ria, seorang mahasiswi yang membuatku terkagum-kagum pada beliau 3 tahun lalu, ketika ku masih si semester satu dan uni Ria sudah semester tujuh. Baru saja aku semester dua di IAIN, uni Ria sudah menamatkan S1 sebagai wisudawati terbaik se-IAIN. Sejak itu, aku semakin kagum akan dirinya... bahkan kalo saja aku seorang lelaki, mungkin sudah bisa dibilang jatuh cinta... he he he... untung masih perempuan... 
  Semenjak uni Ria S2 di IAIN juga, kami mulai dekat. Yang diawali ketika beliau megajar di kelasku menggantikan dosen yang tidak hadir (karena uni Ria adalah anak dosen tsb) dan saat sama-sama mengikuti MTQ di Sawah Lunto. Saat itu kuambil kesempatan emas, mencari rahasia belajar Kak Ria yang bisa menyelesaikan S1 dalam waktu 3,5 tahun dengan nilai hanya 2 mata kuliah yg B, selebihnya A. Subhanallah... Masih kuingat beliau saat itu hanya mengatakan agar ku rajin belajar dan komitmen dengan cita2 agar tak tergoda ketika ada kelemahan hati. Semua itu kuamalkan selama kuliah S1 ku, dan alhamdulillah berjalan dengan baik.
  Kini uni Ria melanjutkan S3 di Surabaya, sedangkan aku sudah hengkang dari IAIN dan terdampar ke Malaysia, hm... untuk melanjutkan studiku ke S2 di UKM. Ya begitulah, hingga hari ini idolaku muncul kembali (walau hanya di dunia maya), seolah mengingatkanku pada kenangan kami setelah beberapa tahun berlalu.
  Banyak hal yang diceritakan dan entah sampai kemana-mana sambil bercanda, hingga muncullah pertanyaan uni Ria tentang kuliahku kali ini. 
  "Gimana rasanya S2 nya za? Dah ujian?"
  "Hm... susah ni, rasanya ada yang gagal kuliah za semester uni..."
  "Bagaimana bisa? Sudah dilihat hasilnya?"
  "Belum ni, tengah Juni ini Insyaallah..." jawabku.
  "Semoga Allah berikan yang terbaik ya za..."
  "Amiiin Ya Rabb... Iya kak" jawabku dan yang pasti doa itu benar-benar kuharapkan agar kuliahku selamat di sini, minimal agar tak terusir dari kampus karena nilai di bawah ketetapan Universiti untuk mahasiswa luar negara (kata org Indonesia luar negeri...).
  "Uni gimana kuliahnya?"
  "Wah... jangan ditanya za, uni lagi down banget saat ini... nilai anjlok dan serasa susah banget di sini" jawab ni Ria
  "Hm... bener ni, apalagi za di sini ni. Terasa.... banget ketinggalan, bahkan sampe terbayang ada yang gagal". Na'uzubillah (semoga saja tidak... itulah harapanku).
  "Apa masalah za?" uni Ria mulai menyelidik.
  "Hm...Uni gimana? Kok bisa anjlok nilainya? Padahal uni yg selalu beri za semangat dulu dan jadi teladan za" kualihkan pertanyaan uni Ria, mengembalikan dengan pertanyaan..
  "Ribet za, uni lagi banyak masalah... Tapi ya... gitu deh.... Za gimana? ada yang gangguin ya?"
  Aku terjebak... "Enggak gangguin sih ni, cuma mo khitbah aja"
  "Iya? Seirus...? Kalo boleh uni orang mana za? S2 di situ ya? Za diganggu terus? Lalu?" pertanyaan yang cukup mambuatku berpikir manjawabnya.
  "Hm.. Iya ni, tapi sudah gak jadi masalah kok ni."
  "Emang sekarang gimana?"
  "Alhamdulillah dah selesai semuanya dan laki-laki itu sekarang sudah dalam proses dengan yang lain."
  "O... Emang za gimana?"
  "Hm... gak bisa kak, za mo kuliah dulu. Kalaupun sempat za berniat, mungkin karna dia melangkah dengan istikharah. Za juga udah istikharah, tapi gak ada muncul jawaban. Mungkin Allah memang suruh za kuliah dulu kayaknya dan alhamdulillah berakhir begitu. Dia dipersilahkan melangkah ke yang lain aja. Allah dah menjawabnya...", kutambahkan senyum buat ni Ria.
  "Hm... Kalo masalah gitu, kak juga mau kasih saran nih buat za..."
  "Apa ni? Hm... Kalo nasehat dulu sih za masih ingat ni... kuatkan hati dan jaga niat untuk cita-cita"
  "Yap... bener. Lagipun za tentu bisa paham kan? Bahwa Allah memang belum memberi za jodoh saat ini, tapi pesan uni kalau dalam masalah itu, buat uni yang sudah dalam perjalanan itu nih... uni sarankan za untuk Istafti Qalbak".
  "Ya ni, alhamdulillah sudah beres ni. Memang za sudah mantap mau kuliah dulu ni. Gak masalah ni, za juga belum kesesakan masa... he he. Mungkin berhubung karena za juga belum ada niat, maka Allah menyelamatkan za lagi ni. Alhamdulillah. Hitung-hitung bisa buat perbaikan diri ni dan persiapan, tambah bekal ni... he he he..."
  "Ya... uni setuju, lagipun kita pasti ingat kalau Allah sudah janji bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, za yakin itu kan?"
  "Banget ni... za yakiin banget, karena itu za ingin jalani hidup dengan memperbaiki diri dan benar-benar menjaga hati ini demi kebaikan dunia dan akhirat za kelak hingga saatnya tiba. Semoga ketika niat itu sudah ada, Allah pun memudahkannya. Amiin"
  "Amiin allahumma amiin. Nah... kalo gitu kita saling menyemangati aja ya dik..."
  "Lha? jangan... Uni harus jalan dulu, uni kapan nih mau nikah???" pertanyaanku memburu, mengingat uni Ria memang jauh di atasku. Selain sudah berpotensi, di mataku, uni Ria juga layak untuk mendapatkan laki-laki baik... (he he)"
  "Mohon doanya ya za, denger aja berita tahun ini... Tapi baut kuliah tetap saling menyemangati ya... Chayo..."
  "Alhamdulillah... za gak nanya lagi deh ni, za yakin uni emang masih mau merahasiakan (candaku). Kalo studi, so pasti ni, insyaallah za perbaharui niat lagi, kalo rusak. Kalo lemah, bakalan dikuatin... Insyaallah..." aku semangat.
  "He he he... Nah... buat za yang masih mo fokus dan mantap mo kuliah dulu, Uni pesan 'Jangan rusak mimpimu oleh dirimu sendiri dan pandai-pandailah jaga hati"
  "Insyaallah ni... mohon do'anya, minimal pas tesis dah jalan, baru za menyusul langkah uni, ya... minimal mulai dilacak dan dipertimbangkan, he he he..." kuberi kerdipan sebelah mataku dengan emoticon YM.
  "Oke lah... dilacak boleh dari sekarang, tapi dipertimbangkan baru pas siap menikah..." balas ni Ria...
  "He he he, iya uni... Insyaallah... Doanya jangan lupa..."
  "Ok... O iya Za... di sini dah mo azan magrib, uni pamit ya... sekali lagi semangat ya adikku... kita sama2 berjuang dengan apapun yang bisa kita baktikan dengan ilmu, harta, jiwa dan raga kita, demi baiknya diri kita, agama, keluarga, masyarakat dan umat.... Amiiin Allahumma amiiin... Wassalam"
  "Iya kak... Syukran wa jazakillah.... Waalaikum salam wr wb"

  Aku tersenyum. Ya, bahagia rasanya bisa ketemu ni Ria kembali dan saling menyemangati walau hanya di dunia maya. Azan magrib di sini masih 20 menit lagi. Dalam pikiran sambil mata tetap memandang box messenger-ku dengan uni Ria, kurasakan bahwa azamku memang mesti kukuatkan, bahwa biarlah tak kubiarkan hatiku 'tersentuh' lawan jenis dulu. Insyaallah, kulanjutkan dulu cita-citaku sedikit lagi, sambil terus menjaga hati demi sang Pangeran-ku kelak yang masih berada di tangan-Nya. Ya... semoga Allah meridhai langkahku menapaki jalan ini, kalau saja tak sempat... Kukembalikan hatiku hanya pada-Nya, dan kini ku serahkan dulu sebagian pada orang tua dan adik-adikku tercinta... dan seutuhnya kuserahkan pada-Nya. 

"Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa zurruyyaatinaa qurrata a'yunin waj'alna lil muttaqiina imaama"

Hentian Kajang, 28 Mei 2008
Menuju alam sepi merenungi diri


PeNgUat HatiKu

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan sebenarnya, kalau mereka mengetahui” (Al-Ankabut: 64) 
Saat ini permainan total itu tengah berjalan, dalam pencapaian usaha kebahagiaan hati dan jiwaku. Ya, sekedar menjadikannya jembatan untuk bekalku ke kehidupan yang kekal. Kuputuskan bahwa aku memiliki keyakinan dan kekuatan diri. Aku percaya, aku yakin, dan aku beriman bahwa cahaya Allah akan menerangi perjalananku saat ini, nanti, dan selamanya. Semua ini akan mengalir dalam niatku, keputusanku, pikiranku serta dalam semua tindakanku.
Aku tak melangkah sendiri dengan usahaku, namun doaku pada-Mu, selalu Kau jawab dengan firman-Mu: “… Aku dekat… Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon pada-Ku” (Al-Baqarah:186). Inilah yang kutempuh saat ini. Ketika ku disapa kesulitan, Engkau kembali menyeruku: “Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan,” dan Kau kuatkan kembali “sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan” (Al-Insyirah 5-6) yang membuatku kembali bergairah, bangkit dan melangkah… bahkan mencoba melompat lebih tinggi (kaya’ lagu aja… )
Allah… malam ini… Dengan segenap hati, jiwa dan rasa kusandarkan pada-Mu. Kau-lah tempat yang tepat, tiada ketenangan lain selain pada-Mu. Kan kubiarkan waktu bertingkah semaunya sedangkan aku akan mainkan peranku sesuai jalur yang Kau tetapkan. 
Esok hari adalah perjalanan hidup dengan permainan yang pertama. Hm… Sebenarnya bukan yang pertama tapi sudah yang kesekian kalinya, hanya saja belum bisa kuanggap permainan. Tapi ketika mengingat Kalam indah-Mu, baru ku sadar bahwa semua akan tetap berjalan di bawah kuasa-Mu, sedang aku adalah salah satu pemerannya. Ya Allah… semoga aku bisa menjalani sesuai scenario yang Kau ridha dan aku pun senang menjalaninya. Aku tersenyum kembali, mengingat bahwa aku bisa menyelesaikannya dengan baik, dengan bantuan-Mu. Aku bisa selesaikan kerjaku dan menjawab soal ujian yang akan kutemui esok harinya dengan baik dan tenang. Lalu aku bisa menyelesaikan amanah dosen yang sudah banyak membantuku.
Ya, kegiatanku padat. Banyak waktu yang akan kuselami, di sana aku akan tenggelam dengan kesibukan itu tanpa lupa bahwa Engkau selalu di sisiku. Mendengar kata hatiku, melihat perbuatanku dan mengetahui semua aktifitasku zahir dan batin. Aku minta ampun ya Allah, atas kesalahan dan kekhilafanku. Mohon terima taubatku dalam keterlaluan dan kelalaianku pada-Mu. Mohon… Ampuni aku…
Tak ada yang mustahil bagi-Mu, karena itu izinkan hamba untuk tetap berharap dengan damba segala damba pada-Mu. Allah… alhamdulillahirabbil ‘alamiin ‘ala kulli haalin wa ni’mah… selalu saja dengan cepat Kau menjawab pertanyaanku, meleraikan keluh kesahku, menghibur sedihku, dan mengurangi takutku. Kenapa kesadaran itu selalu muncul di akhir? Padahal sadar itu sudah lama ada, tapi kenapa sulit untuk menyadari? Allah… Semuanya hanya ada pada-Mu. Sungguh… Hanya ada pada-Mu… 

Kuhibur diriku dengan mengingat-Mu, meski saat ini masih jauh aku dari apa yang Engkau minta. Allah… biarkanlah hati ini menyeru-Mu… meski hamba masih tak layak… Mohon perkenankan hamba menjadi hamba-Mu yang sebenarnya. Yang bisa menjalani hidup ini dengan baik, jiwa yang tentram lagi bermanfaat bagi manusia dan menghamba pada-Mu, juga menjadi ummat yang sejati bagi Rasul-Mu… Yang tidak ada ketakutan dan tidak pula bersedih hati dengan semua yang telah Engkau tetapkan. Karena itu semua hanya ada dari-Mu, tiada yang lain.


Malam yang menakjubkan,
Hentian, 21 April 2008
Sudut kamar yang sunyi